
Jeneponto, Aliefmedia.com-Peningkatan aktifitas masyarakat pada bulan ramadhan menjelang saat dan sesudah idul fitri berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, gangguan kamseltibkar lantas dan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Polri menggelar apel gelar pasukan operasi ketupat tahun 2021 yang di selenggarakan secara serentak di seluruh jajaran polri mulai dari tingkat mabes polri hingga kesatuan kewilayahan
“Pelaksanaan operasi terpusat “ketupat-2021” adalah upaya mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif selama ramadhan dan idul fitri 1442 H/2021 apalagi dalam masa pandemi COVID-19“ujar wakil bupati dalam pidato
Pelaksanaan operasi ketupat tahun 2021 akan melibatkan 90.592 personel POLRI, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya yang terdiri dari satuan polisi pamong praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Jasa Raharja, dan lain-lain.
Personel tersebut akan di tempatkan pada 333 Pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih nekat melakukan perjalanan mudik
1.536 Pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas
596 Pos pelayanan dan 180 Pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhab, dan tempat wisata
Selain itu berdasarkan hasil analisa dan evaluasi operasi ketupat tahun 2020, gangguan kamtibmas secara umum termasuk curat dan curas mengalami kenaikan sedangkan untuk kasus-kasus yang meresahkan masyarakat lainnya seperti curas bersenpi, curanmor, anirat, mengalami penurunan demikian juga kecelakaan dan pelanggaran lalu-lintas juga mengalami penurunan yang cukup signifikan
Dengan demikian upaya penanganan pada pelaksanaan operasi ketupat tahun 2020 terkait dengan gangguan kamtibmas terbukti cukup efektif dan memberikan hasil yang signifikan
“Keberhasilan kamseltibcarlantas yang telah diraih pada pelaksanaan operasi ketupat tahun lalu tidak boleh menjadikan kita lengah dan cepat berpuas diri, pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung under estimate serta kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat“ujarnya
Pada masa pandemi COVID-19 saat ini polri beserta stakeholder meningkatkan kepedulian dan strategi agar kegiatan ramadhan dan IDUL FITRI 1442 H tidak menimbulkan kalster-klaster baru
“Saya berharap capaian tersebut dapat terus di tingkatkan dan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran POLRI dan stakeholder untuk lebih mempersiapkan diri serta memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik dalam pelaksanaan operasi ketupat tahun 2021 ini“tutupnya
Hadir dalam acara tersebut wakil ketua DPRD, Forkopimda, dan stakeholder laninnya (Syam)

