
BULUKUMBA, Aliefmedia.com – Polres Bulukumba, Polda Sulawesi Selatan, melaksanakan upacara pemakaman dengan tata cara Dinas Kepolisian untuk menghormati Almarhum Ipda Burhan Umar, seorang perwira pertama Polda Sulawesi Barat (Sulbar) yang meninggal dunia pada Minggu, 1 Desember 2024.
Almarhum, yang merupakan putra asli Bulukumba, menghembuskan napas terakhirnya di RS Bhayangkara Polda Sulbar karena sakit. Ia meninggalkan seorang istri, Aiptu Jasmani, yang juga bertugas sebagai Polwan di Satlantas Polres Bulukumba.
Jenazah Ipda Burhan Umar dibawa dari Mamuju, Sulbar, ke kampung halamannya di Kabupaten Bulukumba. Sebelum dimakamkan, dilakukan prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada Polres Bulukumba di rumah duka, BTN Catur Muda, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang.
Upacara pemakaman digelar pada Senin, 2 Desember 2024, di pemakaman keluarga di Lingkungan Bakae, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu. Prosesi tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Bulukumba, AKBP Andi Erma Suryono, S.H., S.I.K., M.M., bersama Ny. Eli Andi Erma selaku Ketua Bhayangkari Cabang Bulukumba, serta jajaran perwira dan Bhayangkari lainnya.
AKP Muhammad Idris, Kasatlantas Polres Bulukumba, bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Ipda Mulyadi, Kasi Keuangan Polres Bulukumba, menjadi komandan upacara. Puluhan peserta, termasuk keluarga besar almarhum, turut hadir dengan rasa duka mendalam.
Sebagai penghormatan terakhir, AKBP Andi Erma Suryono bersama personel Polres Bulukumba mengusung jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Tembakan salvo dari personel Samapta Polres Bulukumba mengiringi prosesi pemakaman.
Kasi Humas Polres Bulukumba, AKP H. Marala, menyampaikan bahwa upacara pemakaman secara dinas merupakan bentuk penghargaan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian almarhum.
“Seluruh keluarga besar Polres Bulukumba menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, sesuai amal dan baktinya selama bertugas,” ujarnya.
Di akhir upacara, Kapolres Bulukumba beserta jajaran memanjatkan doa, menabur bunga, dan memberikan penghormatan terakhir di pusara almarhum. Prosesi berlangsung khidmat, menandai penghormatan tertinggi kepada sosok yang telah mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara. (*)