
Jeneponto, Aliefmedia.com – Dewan Komisaris Media Online Satya Bhayangkara memberikan ucapan Selamat kepada Irsan,HB sebagai pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi.
Hal tersebut diatas dia sampaikan kepada awak media ini melalui pesan whatsappnya tadi malam, kamis malam 16/12/2021 pukul 22.00 wita.
Menurutnya bahwa dirinya Sudah Diberikan Kepercayaan Sepenuhnya dan diangkatnya Jadi Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Satya Bhayangkara, ucap Irsan Hb.
Semoga kedepannya lebih baik lagi dan tetap semangat Semoga senantiasa mendapat rahmat dan petunjuk dari Allah SWT dalam mewujudkan tayangan- tayangan berita yang terbaik untuk rakyat dan untuk masa depan bangsa.
Menurut Irsan HB, Aspek terpenting reputasi bangsa adalah keberhasilan sebagai anak bangsa yang dihargai oleh pihak lain.
Beberapa reputasi yang telah dicapai bangsa Indonesia : “membebaskan diri dari belenggu penjajahan, sebagai negara kesatuan kepulauan terbesar yang multi etnis. Sejak reformasi Indonesia berhasil memulihkan demokrasi dengan berbagai kebebasan demokratis termasuk kebebasan pers. Reputasi-reputasi ini perlu senantiasa dijaga, dipertahankan dan ditegakkan.
Independen, akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Profesional (tunjukkan identitas; hormati hak privasi; tidak menyuap; berita faktual dan jelas sumbernya; tidak plagiat; penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik).
Kode Etik Jurnalistik adalah himpunan etika profesi kewartawanan. Wartawan selain dibatasi oleh ketentuan hukum, seperti Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, juga harus berpegang kepada kode etik jurnalistik.
Terkait hal tersebut, Rasulullah SAW, mengamanatkan kepada umat Islam harus mempunyai pemimpin dalam setiap aktifitasnya, “Seperti yang diungkapkan dalam hadis, Rasuluullah SAW bersabda, “tiga orang saja dalam perjalanan jauh, angkatlah seorang diantaranya menjadi pemimpin,”
Demikian pula Al Quran mengajarkan kepada umat Islam bahwa konsep kepemimpinan adalah kekuasaan yang berada di genggaman Allah SWT seperti tercantum dalam Q.S. Al Imran ayat 26. “Allah SWT yang memberikan jabatan dan kedudukan kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah SWT pula yang mencabutnya sesuai kehendak-Nya.
Keyakinan kita pada hakikatnya, yang menetapkan itu Allah SWT. Allah SWT yang Maha Kuasa yang menjadikan seseorang menjadi pemimpin dan Allah SWT membuat aturannya.Kepemimpinan itu pemberian dari Allah SWT,” jelasnya.(AMN)