Mutiara Haji : Sebagai Perjalanan Spiritual (2)

Penulis : M. Sahiruddin

Pesan Kehidupan Bukan main pesan indah dan mutiara yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji. Dari segi historis, ibadah haji merupakan ibadah yang sudah sangat tua karena disyariatkan sejak masa Nabi Ibrahim as. Sejarah ini diabadikan oleh Alquran: “Dan panggillah (wahai Ibrahim) kepada seluruh manusia untuk menunaikan ibadah haji, niscaya mereka akan mendatangimu baik dengan berjalan kaki maupun dengan mengendarai unta yang kurus dari segala penjuru yang jauh. ” (QS. Al-Hajj:27). Ibadah agung tersebut dilestarikan secara turun temurun sejak Nabi Ibrahim as. hingga Nabi Muhammad saw. Tentu saja ibadah yang penuh perjuangan ini diperintahkan oleh Allah swt untuk dilestarikan karena mengandung hikmah dan pesan penting yang tidak sedikit, dan hikmah-hikmah itu dibutuhkan oleh umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia demi meraih kesuksesan dan kebahagiaan abadi. Pada tulisan singkat ini, penulis hanya akan mengurai salah satu dari hikmah dan pesan itu. Yaitu pesan diperoleh ketika seseorang baru berniat, berusaha dan menabung demi untuk dapat menunaikan ibadah haji. Hikmah itu ialah pesan “ikhtiar/usaha” dan “kesabaran”. Demi untuk menggapai harapan menunaikan ibadah haji yang merupakan rukun Islam yang kelima, membutuhkan usaha keras dan perjuangan yang tidak sedikit, mulai dari berusaha mencari dan mengumpulkan biaya untuk perjalanan, mempersiapkan kesiapan fisik dan mental, juga kesabaran menunggu antrian yang panjang. Bahkan khusus di Indonesia, jamaah calon haji (JCH) harus menunggu puluhan tahun sejak mendaftarkan diri. Semua itu harus dilalui bagi siapapun yang akan menunaikan ibadah haji. Itu semua adalah perjalanan hidup manusia di dunia ini. Dalam menjalani hidup yang fana ini, manusia harus melakukan usaha (ikhtiar) untuk menggapai citanya dan apa pun yang mereka inginkan. Selain usaha dan kerja keras yang maksimal, mereka pun dituntut untuk memiliki kesabaran sebagai benteng (perisai) agar dalam menjalani proses dan usahanya mereka tidak putus asa dan patah semangat di tengah jalan. Kedua syarat ini harus dimiliki oleh setiap orang yang mengarungi kehidupan dunia ini agar mereka berhasil menggapai kesuksesan dan keselamatan. Tanpa keduanya (kalau hanya salah satunya), kesuksesan tak mungkin di raih. Konsep usaha dan kesabaran ini berlaku bukan hanya untuk menuju kebahagiaan di akhirat tapi bagi semua linea kehidupan di dunia. Baik di dunia bisnis, sosial, maupun di dunia pendidikan. Pengusaha yang sukses pasti karena memiliki semangat bekerja yang tinggi dan jiwa kesabaran yang mendalam. Demikian pula, pelajar yang sukses adalah pelajar yang memiliki semangat juang yang tinggi sekaligus sikap penyabar yang kuat. Demikian seterusnya. Dan pelajaran berharga ini kita dapatkan dari ibadah haji. Wallâhu A’lam