Ada Orang Ibadah Bagus, tapi Lihat Uang Jadi Lupa

Jakarta, Aliefmedia.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah. Rakornas ini dihadiri oleh sebanyak 1.200 orang perserta yang berasal dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani menyoroti mengenai tata kelola anggaran yang memiliki banyak godaan.

Menurut dia, uang bisa menjadi solusi untuk pembangunan, tetapi bisa juga menjadi petaka saat terjadi penyelewengan. Bahkan, penyelewengan ini dapat dilakukan oleh orang yang memiliki ibadah bagus. kata Sri mulyani

“Kita semua mengetahui bahwa aparatur pemerintah harus bersama-sama menjaga tata kelola berdasarkan konteks yang saya sampaikan. Keuangan negara berhubungan dengan uang, godaannya banyak sekali,” ujar Sri Mulyani di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin.

“Uang bisa menjadi sumber solusi tapi juga sumber celaka. Banyak orang celaka. Sholatnya rajin, hajinya ada, umrah sering, puasa Senin-Kamis, tapi waktu ngeliat uang dia lupa semua itu. Kaya enggak ada koneksinya. Kayanya uang, ada dunianya sendiri,” ujar Sri Muyani.

Sri Mulyani melanjutkan, karena manusia sangat mudah tergoda, maka di butuhkan pengawasan yang benar-benar kompeten. Indonesia sendiri sudah melengkapi institusinya dengan pengawasan berlapis.

“Karena manusia mudah tergoda, maka kelemahan ini harus dikompensasi dengan pengawasan yang baik. Jangan percaya diri sendiri saya tidak tergoda. Lebih senang kita diawasi. Oleh karena itu, sistem pengawas keuangan terdiri dari beberapa lapis. Lapis pertama, yang ada di dalam internal organisasi. Itu yang disebut aparat internal, pengendalian internal, di dalam organisasi, namanya biasanya irjen,” jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengakui, tak semua orang suka diawasi. Semakin besar jabatan seseorang dalam suatu institusi, maka keinginan untuk diawasi pun semakin rendah. Hal ini pun menjadi tantangan berat dalam pemerintahan Indonesia.

“Saya akui di RI tantangan berat, karena kita pada dasarnya manusia. Tidak hanya manusia Indonesia, bule dari arab, India semua manusia itu enggak suka diawasi.

Namanya manusia bangsa apa pun, dia enggak suka diawasi. Bukan masalah apa-apa, instingnya suka kita bebas,” tandas Sri Mulyani. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.