TAKALAR, Aliefmedia.com – Pemerintah Desa Kadatong menunjukkan gerak cepat dalam merespons dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayahnya, Senin (02/03/2026).
Sejumlah rumah warga miskin dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap dan balok penyangga. Kondisi ini menegaskan bahwa cuaca ekstrem bukan sekadar fenomena alam, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Penjabat Kepala Desa Kadatong, Baharuddin Tjalla Daeng Awe bersama stafnya turun langsung memantau rumah-rumah warga terdampak. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kondisi riil di masyarakat serta membuka jalan agar warga yang terkena musibah bisa segera diusulkan menerima bantuan pemerintah. Langkah ini dinilai penting agar tidak ada warga miskin yang luput dari perhatian akibat lambannya pendataan.
Adapun rumah warga yang terdampak cuaca ekstrem antara lain milik Mutiara Daeng Lobo di Dusun Kassi Utara, serta Daeng Kanang, Daeng Tino, dan Daeng Rannu di Dusun Kassi Selatan. Di wilayah tersebut, sejumlah rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dan balok yang patah akibat terpaan angin kencang dan hujan deras. Kondisi ini membuat rumah-rumah tersebut rawan roboh dan tidak layak huni jika tidak segera ditangani.
Daeng Kanang, salah satu warga Dusun Kassi Selatan, mengaku sangat terharu atas kunjungan langsung Penjabat Kepala Desa Kadatong. Ia menyampaikan rasa terima kasih karena pemerintah desa tidak tinggal diam melihat penderitaan warganya. Menurutnya, kehadiran pemerintah desa di tengah musibah menjadi bukti bahwa masyarakat kecil masih mendapat perhatian dan perlindungan dari negara.
Saat dikonfirmasi terkait kunjungan tersebut, Penjabat Kepala Desa Kadatong menegaskan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Bupati,.Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Takalar. Program tersebut menekankan pentingnya pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya warga miskin yang terdampak bencana alam.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem tidak boleh berhenti pada kunjungan semata, tetapi harus diikuti dengan bantuan nyata dan cepat. Pemerintah daerah dituntut hadir tidak hanya dalam seremoni, melainkan dalam tindakan konkret untuk menjamin keselamatan dan kelayakan hidup warganya. Jika respons cepat ini terus dijaga, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tumbuh, dan penderitaan warga tidak akan dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi.(ASRUDDIN JANGGA)

