BULUKUMBA, Aliefmedia.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bulukumba menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dalam rangka penguatan spirit kelembagaan dengan tema “Melalui Semangat Ramadhan, Mari Kita Membumikan Pengawasan Partisipatif untuk Pemilu 2029 yang Berintegritas”, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Bulukumba, Jalan Kusuma Bangsa No.6 Caile ini dihadiri Ketua Bawaslu Bulukumba Bakri Abubakar, Anggota Bawaslu Bulukumba Awaluddin, Koordinator Sekretariat Bawaslu Bulukumba A. Rayes, Jajaran Sekretariat serta peserta dari perwakilan BEM kampus, pengurus OSIS/OSIM, dan pemerhati difabel.
Anggota Bawaslu Bulukumba, Awaluddin, menjelaskan bahwa Ngabuburit Pengawasan merupakan kegiatan edukasi kepemiluan yang diselenggarakan Bawaslu dengan pendekatan religius selama bulan Ramadan. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang waktu Magrib sebagai ruang kajian kepemiluan antara Bawaslu dan masyarakat untuk memperkuat literasi publik terkait pengawasan Pemilu dan Pemilihan.
“Melalui momentum Ramadan, kami ingin menghadirkan ruang dialog yang santai namun substantif, agar masyarakat semakin memahami pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan,” ujar Awaluddin.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, menegaskan bahwa Ngabuburit Pengawasan tahun ini mengusung penguatan spirit kelembagaan sebagai tema utama. Menurutnya, penguatan tersebut penting untuk semakin meneguhkan jati diri pengawas Pemilihan yang berintegritas dan profesional.
Ia menambahkan, tema khusus yang didorong Bawaslu Bulukumba adalah membumikan pengawasan partisipatif. Partisipasi publik dinilai menjadi elemen kunci dalam menjaga proses demokrasi yang jujur, adil, dan transparan.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya tugas penyelenggara, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan mahasiswa, pelajar, dan kelompok difabel, kami berharap semangat pengawasan semakin meluas di tengah masyarakat,” kata Bakri.
Ngabuburit Pengawasan 2026 diharapkan menjadi ruang penguatan spiritualitas sekaligus kelembagaan dalam menghadapi tantangan demokrasi elektoral di tahun-tahun mendatang, termasuk menyongsong Pemilu 2029.
Melalui pendekatan religius, edukatif, dan partisipatif, kegiatan ini menjadi wujud komitmen Bawaslu dalam menjaga integritas Pemilu serta memperkuat kepercayaan publik sebagai fondasi demokrasi yang bermartabat.
Ngabuburit pengawasan ini diakhiri dengan kegiatan buka bersama.(*)

