BULUKUMBA, Aliefmedia.com – Komitmen RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba dalam mewujudkan lingkungan pelayanan kesehatan yang aman terus diwujudkan melalui berbagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Penanganan Kebakaran yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) yang bertujuan memperkuat kesiapsiagaan seluruh pegawai dalam menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran di lingkungan rumah sakit.
Pelatihan yang melibatkan puluhan pegawai dari berbagai unit kerja ini diawali dengan penyampaian materi oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bulukumba. Peserta dibekali pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran, tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur evakuasi darurat, hingga langkah-langkah penanganan awal saat terjadi insiden kebakaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Pelayanan Non Medik, Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Muh. Irfan, Wakil Direktur Pelayanan Medik, Penunjang Medik dan Keperawatan, Kabag Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan dr. Andi Marla Susyanti, serta Dewan Pengawas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Andi Ningrat Mawardana.
Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, melalui Wakil Direktur, Muh. Irfan mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program In House Training MFK yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam menghadapi kondisi darurat.
“Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan kepada seluruh pegawai dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran di lingkungan rumah sakit. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan pasien, pengunjung, dan aset rumah sakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga setiap pegawai harus memahami standar keselamatan serta mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi keadaan darurat.
Sementara itu, Dewan Pengawas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Andi Ningrat Mawardana, memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kemampuan pegawai dalam aspek keselamatan merupakan investasi penting untuk mendukung kualitas pelayanan rumah sakit.
“Penanganan kebakaran bukan hanya tanggung jawab petugas tertentu, tetapi menjadi kewajiban seluruh unsur di lingkungan rumah sakit. Dengan pelatihan ini, setiap pegawai diharapkan memahami peran dan tanggung jawabnya sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat menghadapi keadaan darurat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Damkar Kabupaten Bulukumba, Muh. Idham, menegaskan pentingnya edukasi dan pelatihan sebagai bagian dari implementasi regulasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran.
Menurutnya, keterampilan dalam menangani kebakaran tidak hanya bermanfaat di lingkungan kerja, tetapi juga dapat diterapkan ketika memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran.
“Dengan memahami langkah-langkah penanganan yang benar, risiko dan dampak kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan,” jelasnya.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan APAR dan praktik langsung penanganan kebakaran yang dipandu oleh tim Damkar Kabupaten Bulukumba. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias sebagai wujud komitmen membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit.
Melalui pelatihan ini, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba berharap seluruh pegawai semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi pasien, pengunjung, maupun sesama pegawai, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.(*)

