BULUKUMBA, Aliefmedia.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba menjalin kerja sama dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bulukumba melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang penguatan program pengawasan partisipatif. Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba, Sabtu (25/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pemuda, dalam mengawal proses demokrasi dan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
Ketua Bawaslu Bulukumba, Bakri Abubakar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dibangun oleh Pemuda Muhammadiyah Bulukumba untuk berkolaborasi dalam program pengawasan partisipatif.
“MoU ini merupakan inisiatif dari Pemuda Muhammadiyah Bulukumba dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Semakin banyak pihak yang ingin terlibat dan mengambil peran dalam proses pengawasan partisipatif, maka akan semakin meningkatkan kualitas demokrasi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas pemilu dan pemilihan. Keterlibatan organisasi kepemudaan dinilai mampu memperluas jangkauan pendidikan politik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan setiap tahapan demokrasi.
Bakri menambahkan bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawal proses demokrasi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui berbagai program nyata yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengawasan serta mendorong terciptanya pemilu yang demokratis dan berkeadilan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Bulukumba, Amran, menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalin dengan Bawaslu merupakan bentuk kontribusi nyata Pemuda Muhammadiyah dalam mendukung penguatan demokrasi dan pendidikan politik di tengah masyarakat.
“Kerja sama ini merupakan upaya Pemuda Muhammadiyah untuk memberikan kontribusi positif, khususnya dalam bidang demokrasi dan pendidikan politik. Kami ingin kader-kader Pemuda Muhammadiyah memiliki pemahaman yang baik tentang proses kepemiluan sekaligus mampu berperan aktif dalam pengawasan partisipatif,” katanya.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu menjadi hal yang penting untuk memastikan proses demokrasi berjalan sesuai prinsip kejujuran, keadilan, dan keterbukaan.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pengawasan partisipatif, seminar, diskusi publik, dan sosialisasi kepemiluan, peningkatan kapasitas kader pemuda sebagai agen pengawasan partisipatif, kampanye pendidikan demokrasi dan pengawasan pemilu berbasis masyarakat, kolaborasi dalam kegiatan pencegahan pelanggaran serta penguatan partisipasi publik pada setiap tahapan pemilu dan pemilihan, serta program-program lain yang disepakati bersama sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga.(*)

