BANTAENG, Aliefmedia.com – Upaya memperkuat literasi keamanan pangan di lingkungan pendidikan terus didorong melalui program Sosialisasi 5 Kunci Keamanan Pangan Siap Saji yang menyasar calon kader edukator dari komunitas masyarakat dan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 30 Pammelangan, Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, pada Kamis (23/7/2026), dengan melibatkan para guru sebagai peserta utama agar mampu menjadi penggerak edukasi keamanan pangan di lingkungan masing-masing.
Program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai keamanan pangan siap saji, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara efektif. Dengan pendekatan yang terstruktur, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pre-test, penyampaian materi edukasi, hingga post-test sebagai bagian dari evaluasi hasil pembelajaran.
Penanggung Jawab Program, Muhammad Alief Fahdsyar, mengatakan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membangun kapasitas peserta sebagai edukator melalui sesi micro teaching. Dalam sesi tersebut, calon kader dilatih mengenai teknik berbicara di depan publik, penyusunan materi, hingga strategi komunikasi yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
“Semoga program ini dapat memberikan informasi dan edukasi penting mengenai cara mengenali makanan yang aman dan sehat, sehingga para kader siap mengedukasi lingkungan sekitarnya,” ujar Muhammad Alief Fahdsyar.
Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari otoritas pengawas hingga tenaga pendidik, menjadi bagian penting dalam membangun budaya keamanan pangan di masyarakat. Kolaborasi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat serta mendukung kesejahteraan bagi semua.
Kegiatan dibuka melalui sambutan daring oleh Direktur BPOM, Anisyah, S.Si., Apt., M.P. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui edukasi sebagai fondasi untuk menciptakan masyarakat yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami prinsip-prinsip keamanan pangan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarluaskan edukasi mengenai konsumsi pangan yang aman di sekolah maupun lingkungan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan lahirnya kader-kader edukator baru, program ini diharapkan mampu memperluas jangkauan sosialisasi keamanan pangan sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi semakin meningkat.(*)

