BULUKUMBA, Aliefmedia.com — Ketua Forum Pimpred Multimedia Indonesia Kabupaten Bulukumba, Saiful Alief Subarkah, yang akrab disapa SAS, menyampaikan ucapan selamat kepada Muhammad Hasrul Hasan atas terpilihnya sebagai Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026–2030.

Ucapan tersebut disampaikan SAS melalui press release pada Rabu, 19 Agustus 2026. Ia menilai terpilihnya Hasrul Hasan membawa harapan baru bagi penguatan tata kelola penyiaran nasional di tengah perubahan lanskap media yang kian agresif memasuki era digital.
SAS memberikan apresiasi atas komitmen Hasrul Hasan terhadap tata kelola penyiaran di Indonesia. Menurut dia, kepemimpinan KPI ke depan tidak cukup hanya berhadapan dengan persoalan penyiaran konvensional, tetapi juga harus mampu membaca perubahan teknologi, perilaku publik, dan derasnya arus konten digital.
“Kami menyampaikan selamat kepada Muhammad Hasrul Hasan atas terpilihnya sebagai Ketua KPI Pusat periode 2026–2030. Kami berharap kepemimpinan beliau mampu memperkuat tata kelola penyiaran sekaligus memastikan semangat Undang-Undang Penyiaran tetap relevan di tengah akselerasi digitalisasi,” ujar SAS.
Menurut SAS, digitalisasi penyiaran menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Batas antara media penyiaran, platform digital, dan konten berbasis internet semakin tipis. Karena itu, regulasi dan pengawasan penyiaran dituntut tidak gagap menghadapi perubahan zaman.
Ia menekankan pentingnya KPI membangun tata kelola yang adaptif, profesional, dan tetap berpijak pada kepentingan publik. Penguatan kualitas isi siaran, perlindungan masyarakat dari konten bermasalah, serta kepastian arah regulasi menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditunda.
SAS juga berharap kepemimpinan Hasrul Hasan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan insan pers, pimpinan media, serta pelaku industri penyiaran dan multimedia di berbagai daerah.
Baginya, transformasi digital semestinya tidak membuat daerah sekadar menjadi penonton. Justru, kata SAS, keberadaan media lokal perlu mendapat ruang dalam ekosistem penyiaran nasional agar keberagaman informasi dan kepentingan publik di daerah tetap terjaga.
“Era digital menuntut KPI tidak hanya menjadi pengawas, tetapi juga menjadi institusi yang mampu membaca perubahan ekosistem media. Regulasi harus hadir untuk menjaga kepentingan publik tanpa mematikan inovasi,” kata SAS.
SAS berharap kepemimpinan baru KPI Pusat periode 2026–2029 mampu menjawab tantangan tersebut dengan keberanian, independensi, dan tata kelola yang transparan.
“Sekali lagi, selamat kepada Muhammad Hasrul Hasan. Semoga amanah dan mampu membawa KPI menjadi lembaga yang semakin kuat dalam mengawal penyiaran Indonesia di tengah derasnya digitalisasi,” ujar SAS.(*)

