BULUKUMBA, Aliefmedia.com —Trofi Liga Pelajar Indonesia (LPI) Volume 4 Wilayah V Sulawesi Selatan Zona Bulukumba 2026 akhirnya ditentukan dari titik putih. Setelah 70 menit tanpa gol, SMAN 5 Bulukumba keluar sebagai juara usai menaklukkan SMAN 11 Bulukumba dalam drama adu penalti di Stadion Mini Bulukumba, Selasa, 6 Oktober 2026.
Final berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim bermain disiplin dan sama-sama menutup ruang di lini pertahanan. Sejumlah peluang tercipta, tetapi tak satu pun mampu mengubah papan skor.
Hingga pertandingan berakhir dengan format 2 x 35 menit, skor tetap 0-0. Adu penalti pun menjadi penentu.
Di bawah tekanan, SMAN 5 Bulukumba tampil lebih tenang. Eksekusi pemain-pemainnya membawa mereka melewati drama titik putih sekaligus memastikan gelar The Champions LPI 2026.
SMAN 11 Bulukumba harus puas sebagai runner-up. Sementara SMAN 3 Bulukumba dan SMAN 9 Sinjai berbagi posisi sebagai juara ketiga.
Tiga Pemain Raih Penghargaan
LPI 2026 juga memberikan penghargaan individu kepada pemain yang tampil menonjol sepanjang kompetisi.
Wawan dari SMAN 3 Bulukumba dinobatkan sebagai Top Scorer. Fauzan dari SMAN 11 Bulukumba meraih penghargaan Best Player, sedangkan Syamsul dari SMAN 9 Sinjai menjadi Best Goalkeeper.
Penghargaan tersebut menegaskan bahwa LPI bukan semata soal perebutan trofi, tetapi juga panggung bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan dan membuka peluang menuju jenjang sepakbola berikutnya.
Kompetisi Tak Berhenti di Final
Competition Director LPI Zona Bulukumba sekaligus Ketua Steering Committee, Saiful Alief Subarkah yang akrab disapa SAS, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.
Menurutnya, keberhasilan LPI merupakan hasil kerja bersama antara penyelenggara, sekolah, sponsor, perangkat pertandingan, keamanan, tim medis, media dan seluruh pihak pendukung.
“Kesuksesan kompetisi ini merupakan hasil kerja bersama. Semua kekurangan musim ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan berikutnya,” ujar SAS.
Bulukumba Sportindo Management sebagai operator LPI Zona Bulukumba juga menyiapkan konsep lanjutan untuk memperkuat pembinaan sepakbola usia pelajar.
Dukungan terhadap keberlanjutan kompetisi datang dari Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Sulawesi Selatan H. Arafah dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Muhammad Daud Kahal.
Keduanya mendorong agar kompetisi seperti LPI terus menjadi ruang pencarian dan pengembangan talenta muda daerah.
Peluit Akhir Bukan Garis Akhir
SMAN 5 Bulukumba memang membawa pulang trofi. Namun bagi LPI, pertandingan terakhir justru menjadi awal dari pekerjaan berikutnya.
Sebab keberhasilan kompetisi pelajar bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana talenta yang lahir dari lapangan sekolah terus berkembang.
LPI Zona Bulukumba ingin membawa sepakbola pelajar lebih jauh: dari sekadar pertandingan menjadi ekosistem pembinaan dan dari talenta menjadi prestasi.(*)

