TAKALAR, Aliemedia.com – Kinerja Kepala Dusun Bontomakkio Tangnga, Desa Sawakung Beba, Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Yusuf, menuai apresiasi luas dari masyarakat.
Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh warga, hingga Kepala Desa. Selama dua tahun masa pengabdian, pelayanan dan kehadirannya dinilai nyata serta dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Muhammad Yusuf atau biasa disapa Nando terpilih sebagai kepala dusun melalui proses demokratis dengan dukungan mayoritas warga, mengungguli dua kandidat lainnya. Dukungan tersebut kini dinilai tidak keliru, mengingat kinerjanya yang konsisten, responsif, dan terbuka terhadap kebutuhan masyarakat.
Sejumlah tokoh warga menyampaikan bahwa Muhammad Yusuf menunjukkan perubahan sikap dan komitmen kuat dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat. Ia dinilai aktif hadir di tengah warga, cepat menindaklanjuti persoalan, serta mampu membangun komunikasi yang baik tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Ketua BPD Desa Sawakung Beba Syahrudin Dg Nyongri menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan kepala dusun tersebut. Menurutnya, kinerja Muhammad Yusuf patut diapresiasi karena fokus pada pelayanan dan menjaga keharmonisan sosial di lingkungan dusun.
“Kami menilai kinerjanya positif. Dua tahun ini pelayanan terasa, warga terlayani, dan komunikasi berjalan baik. Ini yang terpenting,” ujarnya ke media ini.
Senada dengan itu, Kepala Desa Sawakung Beba Inal Firman menegaskan bahwa pemerintah desa menilai kinerja kepala dusun berdasarkan kerja nyata, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kepentingan warga, bukan semata masa lalu.
“Setiap orang berhak berubah dan memperbaiki diri. Selama yang bersangkutan bekerja dengan baik, patuh aturan, dan melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, maka pemerintah desa wajib mendukung,” tegas Kepala Desa.
Terkait adanya pemberitaan dan isu negatif yang kembali mengangkat masa lalu Muhammad Yusuf sebagai mantan narapidana, sejumlah tokoh masyarakat menilai hal tersebut tidak adil jika mengabaikan fakta kinerja dan perubahan sikap yang ditunjukkan saat ini.
Tokoh masyarakat Bontomakkio Tangnga juga menilai bahwa Muhammad Yusuf justru menjadi contoh bahwa proses pembinaan dan kesempatan kedua dapat melahirkan pribadi yang lebih bertanggung jawab.
“Yang kami lihat sekarang adalah kerjanya, sikapnya, dan keberpihakannya kepada warga. Masa lalu biarlah menjadi pelajaran, bukan untuk terus-menerus dihakimi,” ujar tokoh warga Dg Gassing yang juga di kenal sebagai wartawan.
Warga berharap agar seluruh pihak dapat menilai secara objektif dan proporsional, serta memberi ruang bagi siapa pun yang berupaya memperbaiki diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Dukungan dan pengawasan konstruktif dinilai lebih bermanfaat dibanding stigma dan penghakiman berkepanjangan.
Dengan kinerja yang terus ditunjukkan, Muhammad Yusuf diharapkan dapat mempertahankan integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadi simbol bahwa perubahan ke arah yang lebih baik adalah hal yang nyata dan patut diapresiasi.
(Laporan : Faisal Muang, Asruddin Jangga)

