GOWA, Aliefmedia.com – Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) sukses menggelar kegiatan berkolaborasi dengan SMAN 8 Gowa, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Seni Membedakan Fakta dan Manipulasi Digital” ini bertujuan untuk membekali para siswa menghadapi tantangan era post-truth dan pesatnya perkembangan teknologi dan penyebaran berita, tim dosen dan mahasiswa UINAM menyambangi SMAN 8 Gowa untuk memberikan pelatihan literasi digital. Sebanyak 70 siswa mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias.
Dalam sesi pembukaan, Bapak Naing selaku perwakilan guru SMA Negeri 8 Gowa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada rombongan mahasiswa yang hadir.
Beliau menekankan bahwa kehadiran mahasiswa Ilmu Komunikasi di sekolah mereka membawa manfaat besar bagi para siswa, terutama dalam memahami cara membedah informasi yang beredar luas di berbagai platform digital saat ini agar tidak terjebak dalam kesesatan informasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Suryani Musi, Dosen Pengampu mata kuliah Teknik Presentasi dan Negosiasi, yang juga hadir untuk membuka kegiatan secara resmi.
Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman praksis yang mampu menyatukan antara teori akademik yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan realitas tantangan yang ada di lapangan.
Sesi materi pertama menghadirkan Ibu Dea Audia Elsaid, M.Ikom yang membawakan materi mengenai “Navigasi di Era Post-Truth”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana struktur informasi di dunia maya telah berubah, di mana batas antara kebenaran dan opini seringkali menjadi kabur akibat algoritma media sosial.
Saat sesi materinya terdapat siswa yang naik memberikan pertantanyaan yang kemudian diberi hadiah berupa buku bacaan oleh pemateri.
Memasuki materi sesi kedua, Ibu Suryani Musi, S.Ikom yang juga hadir sebagai pemateri yang membawakan tema menarik berjudul “Kamu Boleh Viral, Tapi Harus Benar”.
Melalui pendekatan yang praktis dan pembawaan materi yang mudah di pahami dengan tren masa kini, beliau menekankan bahwa berita di dunia digital begitu pesat, sehingga kita tidak boleh mengabaikan etika dan kebenaran data berita. Siswa diajak untuk memahami bahwa menjadi kreatif dan viral adalah hal positif, namun integritas tetap menjadi landasan utama agar konten yang dihasilkan tidak menjadi sumber disinformasi bagi masyarakat luas.
Kegiatan workshop ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, namun juga diisi dengan diskusi interaktif yang melibatkan para siswa SMA Negeri 8 Gowa secara aktif.
Para peserta tampak antusias dalam sesi tanya jawab, mencoba mendalami cara menjaga kejujuran konten di tengah kompetisi perhatian di media sosial. Interaksi ini menciptakan ruang belajar yang dinamis, di mana teori komunikasi diuji langsung melalui contoh-contoh kasus nyata yang sering dialami oleh para siswa dalam keseharian mereka berinteraksi di dunia digital.
Kegiatan ini diakhiri dengan harapan bahwa kita sebagai masyarakat pengguna media harus selau berfikir positif terhadap apa yang terjadi. Kita sebaiknya memperhatikan dengan baik apa yang tampil di media massa.
Selanjutnya kegiatan di tutup dengan sesi foto bersama dan pembagian sertifikat kepada para pemateri.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan para siswa SMAN 8 Makassar tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital yang kritis di lingkungan keluarga maupun pertemanan mereka.
(Penulis: Ulil Fatiha. H)

