TAKALAR, Aliefmedia.com — Pemerintah Desa Campagaya, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, menggelar Festival Anak Saleh sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini kepada generasi muda. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Nurul Hidayat Campagaya pada Sabtu hingga Ahad, 7–8 Maret 2026, bertepatan dengan 17–18 Ramadan 1447 Hijriah.
Festival tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan karakter anak-anak agar tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta memiliki kecintaan terhadap ajaran Islam.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Campagaya, Amri A.MA.Pd, S.Pd (Daeng Nuntung), bersama Imam Desa Campagaya Kamaruddin Dg Lala, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh desa ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan Desa Campagaya.
Festival Anak Saleh menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa Islami yang diikuti oleh anak-anak dan remaja desa. Melalui kegiatan ini, para peserta didorong untuk memperdalam pemahaman agama, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menumbuhkan sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas STIBA yang turut berperan aktif dalam menyukseskan festival tersebut. Para mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai panitia pelaksana, tetapi juga terlibat langsung dalam pembinaan serta pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.
Kepala Desa Campagaya, Amri Daeng Nuntung, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Ia berharap Festival Anak Saleh dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda agar memiliki fondasi keimanan yang kuat serta karakter yang baik di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda Desa Campagaya yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral. Festival Anak Saleh menjadi bukti sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, dan kalangan akademisi dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia di masa depan.
(Asruddin Jangga)

