BULUKUMBA, Aliefmedia.com — Suasana antusias tampak memenuhi Teras Lantai 3 Gedung Ammatoa Kabupaten Bulukumba pada Rabu sore pukul 15.30 WITA, Rabu 13 Mei 2026 dalam kegiatan talk show dan sosialisasi program pemagangan ke Jepang yang dilaksanakan oleh Suara Panrita Lopi Bulukumba bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Bulukumba dan LPK Tokyo Gambare Bulukumba.
Kegiatan ini menjadi wadah informasi sekaligus motivasi bagi generasi muda Bulukumba yang ingin meningkatkan keterampilan dan meraih pengalaman kerja internasional di Jepang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja Kabupaten Bulukumba, Andi Minarmi,SE serta Andi Muh. Rusli MR selaku pimpinan LPK Tokyo Gambare Bulukumba sekaligus Ketua Ikatan Alumni Magang Kenshusei Jepang Indonesia (DPC IKAT) Kabupaten Bulukumba.
Dalam sambutannya, Andi Minarmi, SE menyampaikan bahwa program pemagangan ke Jepang merupakan peluang besar bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap masyarakat Bulukumba, khususnya lulusan SMA dan SMK/Sederajat, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
“Program ini bukan hanya tentang bekerja di luar negeri, tetapi juga tentang membentuk karakter, etos kerja, kedisiplinan, dan keterampilan yang nantinya dapat dibawa pulang untuk membangun daerah. Pemerintah Kabupaten Bulukumba sangat mendukung program pemagangan ke Jepang ini,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Muh. Rusli MR, S.Pd.Gr., M.M Pimpinan LPK Tokyo Gambare Bulukumba dalam arahannya menjelaskan secara teknis tahapan dan persyaratan untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang.
A. Rusli menyampaikan bahwa peserta harus melalui berbagai tahapan seleksi agar dapat lolos dan siap diberangkatkan.
Adapun tahapan yang harus diikuti peserta antara lain seleksi berkas administrasi, kemampuan dasar bahasa Jepang, tes matematika, kesamaptaan, olahraga, serta wawancara.
Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan penting yang wajib dipenuhi oleh calon peserta, di antaranya:
• Tamat SMA/SMK sederajat
• Tidak bertato
• Tidak bertindik
• Tidak pernah mengalami patah tulang
• Tidak mengidap penyakit kronis seperti TBC, tipus, dan penyakit berat lainnya
• Memiliki kondisi badan sehat
• Tidak menggunakan kacamata
• Tidak memiliki mata minus
• Bentuk kaki tidak menyerupai huruf X maupun O
Andi Rusli juga menegaskan bahwa kesiapan mental, disiplin, dan kemauan belajar menjadi faktor utama keberhasilan peserta dalam mengikuti program magang di Jepang.
“Kesempatan ini terbuka luas bagi putra-putri Bulukumba yang ingin sukses dan memiliki masa depan lebih baik. Jepang membutuhkan tenaga kerja yang disiplin, sehat, dan siap bekerja keras. Karena itu persiapkan diri sejak dini,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa seluruh peserta yang mengikuti proses pelatihan dan seleksi akan mendapatkan pendampingan langsung dari LPK Tokyo Gambare Bulukumba bersama para alumni magang Jepang Indonesia yang telah memiliki pengalaman bekerja dan belajar di Jepang.
Pendampingan tersebut meliputi pembinaan disiplin, pelatihan bahasa Jepang, pembekalan budaya kerja Jepang, latihan fisik, simulasi wawancara, hingga motivasi mental agar peserta lebih siap menghadapi seleksi maupun kehidupan kerja di Jepang.
Program pemagangan ke Jepang ini juga mendapat apresiasi penuh dari Andi Muchtar Ali Yusuf selaku Bupati Bulukumba. Dalam arahannya, beliau berharap program tersebut mampu menekan angka pengangguran dan membuka peluang kerja bagi generasi muda Bulukumba di tingkat internasional.
“Pemerintah daerah sangat mendukung program pemagangan ke Jepang karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak pemuda Bulukumba yang mampu bersaing, memiliki keterampilan, dan membawa nama baik daerah di luar negeri,” ungkapnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Andi Esfar Tenri Sukki Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulukumba. Ia berharap program tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu solusi peningkatan kualitas tenaga kerja daerah.
Melalui kegiatan talk show ini, masyarakat Bulukumba diajak untuk memanfaatkan peluang emas tersebut. Warga yang memenuhi persyaratan diimbau untuk segera mendaftarkan diri dan mempersiapkan kemampuan sejak sekarang agar dapat mengikuti seleksi pemagangan ke Jepang dengan baik.
Acara berlangsung penuh semangat dan interaktif dengan berbagai sesi tanya jawab dari peserta yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kehidupan, pelatihan, serta peluang kerja di Jepang setelah menyelesaikan program pemagangan.
BEKERJA AMAN KELUARGA SEJAHTERA DARI DESA KELUAR NEGERI
JANGAN BANYAK CERITA KETIKA SEDANG BEKERJA
CERITAKAN SEDIKIT KETIKA PEKERJAAN ANDA SELESAI
DIKERJA BUKAN DI CERITA.
WE LOVE BULUKUMBA. (*)

