BULUKUMBA, Aliefmedia.com – Sekretaris PMI Kabupaten Bulukumba, Dr. Ir. H. A. Makkasau, ST., MM, menghadiri dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan aksi donor darah ke-17 yang digelar Masjid Kapal Munzalan, Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan kemanusiaan yang terlaksana atas kerja sama Masjid Kapal Munzalan dengan PMI Kabupaten Bulukumba tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat sekaligus memperkuat budaya donor darah di Kabupaten Bulukumba.
Andi Makkasau menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Kapal Munzalan yang secara konsisten menjadikan donor darah sebagai agenda rutin. Menurutnya, keterlibatan masjid dalam kegiatan sosial kemanusiaan merupakan contoh nyata bagaimana rumah ibadah dapat menjadi pusat pelayanan umat yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“PMI Bulukumba sangat mengapresiasi komitmen Masjid Kapal Munzalan yang telah 17 kali melaksanakan donor darah. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang patut menjadi teladan karena setiap kantong darah yang terkumpul dapat membantu menyelamatkan nyawa sesama,” ujar Andi Makkasau.
Ia juga menegaskan bahwa PMI Bulukumba siap terus bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, guna memastikan ketersediaan stok darah tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan Bontobahari, Kepala KUA Bontobahari beserta staf, Pemuda Pancasila, PMI Bontobahari, relawan, serta masyarakat yang antusias mendonorkan darahnya.
Pengasuh Masjid Kapal Munzalan, H. Kardi, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan donor darah ke-17 yang menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya dilaksanakan melalui kerja sama yang lebih terstruktur dengan PMI Kabupaten Bulukumba.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Bulukumba bersama Masjid Kapal Munzalan berharap semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan aksi kemanusiaan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga semakin banyak warga yang terbantu melalui ketersediaan stok darah yang memadai. (*)

