PACUAN KUDA BUTTA TURATEA ADALAH BUDAYA LELUHUR HARUS DILESTARIKAN.

Jeneponto, Aliefmedia.com – Hari ketiga Dandim Cup telah berlangsun aman, tertib dan lancar. Hari ini 21/12/2019 sudah dilakukan Perlombaan. Turut hadir menyaksikan Wakil Bupati Jeneponto H.Paris Yasir, Mulyadi Mustamu (Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan), Para tokoh Masyarakat, para Petinggi jajaran Polres Jeneponto dan Petinggi Jajaran Kodim 1425 jeneponto.

Pelaksanaan Pacuan Kuda dibagi beberapa kategori, yakni Oven Rice jarak 2400 meter, kelas 1, dengan jarak 1200 meter, kelas 2 jarak 1000 meter, kelas 3 jarak 900 meter, kelas 4 A dan B jarak 800 meter, kelas 5 A, B dan C jarak 700 meter.

Antusias penonton menyaksikan lomba pacuan kuda (foto : Abd. Syam)

Ditempat terpisah Awak media melakukan wawancara dengan Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf.Irfan Amir,SE. Kepada Awak media mengatakan bahwa festival berkuda yang dimulai pada Jumat kemarin, hari pertama kita melaksanakan karnaval, hari kedua mengadakan kuliner kuda sambil menggelar pacuan kuda, dihari ketiga ini murni kita perlombakan pacuan kuda dengan ikatan untuk menghibur seluruh masyarakat Jeneponto, karena ini merupakan urat nadinya masyarakat.

Kita bisa lihat semua dimana antusiasme masyarakat menyambut kegiatan ini, dan ini juga kita selenggarakan dalam rangka memperingati hari Juang TNI AD sehingga kita mengangkat Tema ” Bersama rakyat TNI kuat”, tujuan dari festival kuda ini memang untuk menhibur masyarakat selain itu juga kita gelorakan mengangkat kearipan lokal masyarakat Jeneponto karena pacuan kuda ini merupakan budaya leluhur dari dulu sampai sekarang tidak boleh hilang sehingga kami Kodim 1425 bersama pemerintah daerah dan beberapa pihak yg mensponsori secara bersama-sama melaksanakan atau menggelar kegiatan ini untuk mengangkat kembali gelar masyarakat Butta Turatea.

Harapan kita kepada pemerintah Daerah kabupaten Jeneponto untuk menjadikan agenda tahunan sehingga kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan pada tahun depan. Ada satu poin pada seluruh publik Nusantara dan seluruh dunia bahwa masuarakat Jeneponto berbeda dengan masyarakat lainnya dalam hal mengkomsumsi daging Kuda.

Festival Kuda kali ini saya mengangkat itu melalui gelar festival Olahan daging kuda.

Perlu kita ketahui semua dari hasil survei dan hasil pemantauan, kita peroleh sehari masyarakat jeneponto mengkomsumsi sampai 20 ekor kuda.

Dapat kita bayangkan dalam sebulan sebanyak 600 ekor kuda, sehingga diperkirakan dalam setahun 7.200 ekor kuda.

Satu-satunya didunia yang paling banyak mengkomsumsi dagin kuda didunia dan eksplorasi dalam kegiatan pacuan kuda ini.
Ungkap Irfan Amir (Rahman/jabar/sapar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.