Oleh: Ust. Abd. Rahman Syam
(Pimpred SKU Aliefmedia Nasional) & Aliefmedia.com / aliefmedia.co.id
Pengertian Aqiqah
Aqiqah adalah ibadah dalam bentuk penyembelihan hewan, seperti kambing atau domba, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Ibadah ini merupakan bagian dari sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan memiliki nilai spiritual serta sosial yang tinggi dalam kehidupan seorang Muslim.
Dasar Hukum Aqiqah
Aqiqah memiliki landasan yang kuat dalam hadits Nabi Muhammad SAW, di antaranya:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan lainnya)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya.
Hakikat dan Tujuan Aqiqah
Aqiqah bukan sekadar ritual penyembelihan, tetapi mengandung makna yang mendalam, di antaranya:
- Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT
Kelahiran seorang anak adalah nikmat besar, dan aqiqah menjadi bentuk nyata rasa syukur atas karunia tersebut. - Mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub)
Sebagaimana ibadah kurban, aqiqah merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui pengorbanan. - Menghidupkan sunnah Nabi
Melaksanakan aqiqah berarti meneladani dan menghidupkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. - Mendoakan kebaikan bagi anak
Aqiqah mengandung doa dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, dan diberkahi hidupnya. - Mempererat hubungan sosial
Daging aqiqah yang dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan fakir miskin menjadi sarana memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial.
Ketentuan Pelaksanaan Aqiqah
Dalam pelaksanaannya, aqiqah memiliki beberapa ketentuan, yaitu:
- Waktu pelaksanaan utama:
Hari ke-7 setelah kelahiran. Jika belum mampu, dapat dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. - Jumlah hewan yang disembelih:
- Anak laki-laki: 2 ekor kambing atau domba
- Anak perempuan: 1 ekor kambing atau domba
- Amalan yang menyertai:
- Mencukur rambut bayi
- Memberikan nama yang baik dan bermakna
Hikmah Aqiqah
Aqiqah mengandung berbagai hikmah yang mulia, antara lain:
- Membersihkan dan menyucikan anak secara simbolis
- Menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini
- Mempererat hubungan dalam keluarga dan masyarakat
- Mendatangkan keberkahan dalam kehidupan anak
Kesimpulan
Hakikat aqiqah dalam Islam bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan ibadah yang sarat makna dan nilai. Aqiqah menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT, sarana mendekatkan diri kepada-Nya, sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Dengan melaksanakannya, seorang Muslim tidak hanya menjalankan sunnah, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan kemanusiaan dalam kehidupan.(ARS)

