BULUKUMBA, Aliefmedia.com — Kabupaten Bulukumba kembali menjadi magnet nasional. Ratusan santri dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar Sulawesi, dijadwalkan tiba di Bulukumba hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, untuk mengikuti Indonesia Bahagiakan Santri (IBS) tingkat nasional.
Sejak pagi hingga sore, rombongan santri tampak masih dalam perjalanan darat dan laut menuju Bulukumba. Mereka datang membawa semangat dakwah, prestasi, dan persaudaraan, menjadikan Bulukumba bukan sekadar tuan rumah, tetapi juga ruang pertemuan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Ketua Panitia Umum IBS, Muslim Bahar, mengungkapkan bahwa sedikitnya 16 kontingen dari luar daerah saat ini sedang menuju Bulukumba. Para santri tersebut berasal dari berbagai pesantren dengan latar budaya yang beragam.
“Puncak penyambutan santri dan para pendamping akan berlangsung malam ini di Rumah Jabatan Bupati Bulukumba. Mereka akan diterima langsung oleh Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf,” ujar Muslim Bahar.
Malam ini, para santri akan dijamu makan malam sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi pemerintah daerah terhadap peran santri dalam pembangunan karakter bangsa. Usai jamuan, seluruh peserta akan kembali ke penginapan yang telah disiapkan panitia.
Selama tiga hari ke depan, Bulukumba akan menjadi panggung kompetisi dan kreativitas santri melalui 11 cabang lomba, meliputi:
Panahan, Syarhil Qur’an, Storytelling Bahasa Arab, Tsaqofah Islamiyah, Murottal Al-Qur’an, Hifzil Qur’an 5 Juz, Hifzil Qur’an 10 Juz, Nasyid Islamiyah, Video Reels Islami, Fotografi dan Adzan.
Tak hanya adu kemampuan, IBS juga menjadi ruang silaturahmi santri lintas daerah, memperkuat jaringan pesantren nasional, serta mengangkat citra Bulukumba sebagai destinasi religi, budaya, dan pendidikan Islam.
Peserta terbaik dalam ajang ini akan memperebutkan hadiah dengan total nilai ratusan juta rupiah, yang disiapkan oleh Pengurus Masjid Munzalan Bulukumba sebagai penyelenggara utama kegiatan.
IBS Nasional 2026 bukan sekadar lomba, tetapi juga pesan kuat bahwa santri adalah pilar masa depan Indonesia — berprestasi, berakhlak, dan berdaya saing global. (*)

